Farah Anisah Nurhasana
D4 Gizi 1B (P17111183080)
anisah.farah17@gmail.com
Untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, berkepribadian baik, dan taat beragama merupakan tanggungjawab seluruh manusia, terutama pada wanita, yaitu ibu. Hampir seluruh ibu di dunia dapat menyusui anak-anak mereka tanpa membaca buku-buku tentang ASI. Tetapi seiring dengan perkembangan zaman, khususnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, justru hal dasar tersebut dilupakan.
Menurut Hidayat (2008) dalam Lestari (2013:90) menyatakan bahwa masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan di Indonesia. Banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka kematian bayi diantaranya adalah sepsis, kelainan bawaan, infeksi saluran pernapasan atas, lingkungan, dan faktor nutrisi (Nelson, 2000, dalam Lestari, 2013:90). Sumber nutrisi alamiah bagi bayi yang memiliki kandungan gizi cukup dan merupakan makanan yang paling sempurna adalah Air Susu Ibu (Depkes RI, 2005 dalam Lestari, 2013:90).
Terdapat beberapa definisi menurut para ahli tentang Air Susu Ibu (ASI). Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) (2010) Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber nutrisi terpenting yang dibutuhkan oleh setiap bayi idealnya diberikan secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan makanan pendamping sampai usia 2 tahun. ASI merupakan makanan yang sempurna dan terbaik bagi bayi khususnya bayi 0-6 bulan karena mengandung unsur-unsur gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal (Dinas Kesehatan Kota Semarang, 2015). Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber nutrisi untuk bayi yang di berikan secara eksklusif selama 6 bulan dan mengandunng unsur-unsur gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal.
Karena ASI adalah makanan ideal untuk bayi, sehingga kandungannya pun juga melimpah sehingga sangat sempurna untuk si bayi. Menurut Purwanti (2014:6), adapun kandungan gizi dalam ASI yaitu hidrat arang, protein, lemak, dan mineral.
Purwanti (2014:10) menjelaskan bahwa hidrat arang dalam ASI merupakan nutrisi yang vital untuk pertumbuhan sel saraf otak dan pemberi kalori untuk kerja sel-sel saraf, memudahkan penyerapan kalsium, mempertahankan faktor bifidus di dalam usus, dan mempercepat pengeluaran kolostrum sebagai antibodi bayi. Sedangkan Astutik (2014) menjelaskan bahwa laktosa merupakan karbohidrat utama dalam ASI yang bermanfaat untuk meningkatkan absorbs kalsium dan merangsang pertumbuhan lactobacillus bifidus.
Menurut Wulandari dan Iriana (2013), protein dalam ASI terdiri dari casein (protein yang sulit dicerna) dan whey (protein yang mudah dicerna), dan juga ASI lebih banyak mengandung whey daripada casein sehingga protein ASI mudah dicerna. Sedangkan menurut Yuliarti (2010:5) ASI mengandung whey dan casein lebih banyak, yaitu 65:35 sehingga komposisi ini mudah diserap dibandingkan susu sapi dengan perbandingan 20:80. Dari penjelasan diatas, ASI terbukti lebih baik dari susu formula sebagai makanan si bayi.
Astutik (2014) menjelaskan bahwa lemak merupakan sumber kalori utama dalam ASI yang mudah diserap oleh bayi. Asam lemak essensial dalam ASI akan membentuk asam lemak tidak jenuh rantai panjang decosahexaenoic acid (DHA) dan arachidoic acid (AA) yang berfungsi untuk pertumbuhan otak anak.
Menurut Hidajati (2012, dalam Wulandari dan Iriana, 2013) menjelaskan bahwa ASI Mengandung garam dan mineral lebih rendah dibanding susu sapi, bayi yang mendapatkan susu sapi yang tidak dimodifikasi dapat menderita tetani karena hipokalsemia. Kekurangan kadar kalsium darah dan kejang otot lebih banyak ditemukan pada bayi yang mendapat susu formula dibandingkan bayi yang mendapat ASI (Muchtadi, 1996; Arisman, 2004, dalam Raharjo,2015:35).
Banyak sekali manfaat yang didapatkan baik bagi bayi maupun ibu dalam penggunaan ASI. Bayi yang mengonsumsi ASI memiliki pertumbuhan yang lebih baik daripada bayi yang tidak mengonsumsi ASI. Menurut Purwanti (2014:10) bayi yang mendapat ASI eksklusif memiliki sistem peredara darah yang lebih baik sehingga kemungkinan kecil untuk terserang arteriosklerosis atau penyakit jantung, dapat terlindung dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh kuman, bakteri, virus, maupun alergi dan akan memiliki kornea mata yang lebih sehat.
Manfaat ASI untuk bayi menurut Maryunani (2012) dan Astutik (2014) yaitu untuk memenuhi kebutuhan bayi, sehingga anak terhindar dari malnutrisi. Kandungan antibodi pada ASI mampu memberikan imunitas bayi sehingga mampu mencegah terjadinya kanker limfomaligna dan bayi lebih sehat dan lebih kuat dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapat ASI. Penelitian yang dilakukan Novita dkk (2008) menyabutkan bahwa anak yang mendapat ASI eksklusif mempunyai IQ lebih tinggi dibandingkan dengan anak ASI noneksklusif.
Manfaat ASI tidak hanya untuk sang bayi. ASI juga baik untuk ibu. Menurut Wulandari dan Iriana (2013) Menyusui berarti memelihara hubungan emosional ibu dan bayi. Ketika seorang ibu memeluk bayinya sambil bermain atau mendekapnya dalam kenyamanan, maka tingkat oksitosin keduanya akan meningkat dan itu akan memicu sistem penghargaan pada bagian otaknya. Kondisi ini akan melahirkan dorongan bagi ibu untuk semakin banyak mencurahkan perhatian dan kasih sayang kepada anak dan meningkatkan keterikatan antara bayi dan ibunya.
Selain itu menurut Roesli (2007, dalam Raharjo, 2015) ASI dapat mengurangi perdarahan setelah melahirkan. Apabila bayi disusui setelah dilahirkan, kemungkinan terjadinya perdarahan setelah melahirkan (post partum) akan berkurang. Hal ini terjadi karena terjadi peningkatan kadar oksitosin yang berguna juga untuk kontriksi (penutupan pembuluh darah) sehingga peredaran darah akan lebih cepat berhenti.
Daftar Referensi
· Ambarwati, Ria., Fatimah, Siti Muis., Susanti, Purwanti.2013. Pengaruh konseling laktasi intensif terhadap pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif sampai 3 bulan.Jurnal Gizi Indonesia,2(1)
· Anggrita, K. 2009. Hubungan Karakteristik Ibu Menyusui terhadap Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Amplas Tahun 2009. Skripsi. Medan: Fakultas Kedokteran. Universitas Sumatera Utara.
· Arisman.2009.Gizi dalam Daur Kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi.Jakarta:EGC
· Depkes.2011. Manfaat ASI bagi Bayi dan Ibu Hamil. Diakses pada 8 September 2018, dari http://www.depkes.go.id/article/view/1450/banyak-sekali-manfaat-asi-bagi-bayi-dan-ibu--.html
· Fikawati, Sandra dan Syafiq, Ahmad.2003. Hubungan antara menyusui segera (immediate breastfeeding) dan pemberian ASI eksklusif sampai dengan empat bulan.Jurnal Kedokteran Trisakti,22(2)
· Fitri, Dian Insana.,Chundrayetty, Eva dan Semiarty, Rima.2014. Hubungan Pemberian ASI dengan Tumbuh Kembang Bayi Umur 6 Bulan di Puskesmas Nanggalo. Jurnal Kesehatan Andalas. 2014; 3(2)
· Lestari, Desfi., Zuraida, Reni dan Larasati,TA.2013.Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Air Susu Ibu dan Pekerjaan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Fajar Bulan.Tesis tidak diterbitkan.Lampung: Universitas Lampung. http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/66/65
· Prasetyono, D. 2009. Buku Pintar ASI Eksklusif, Pengenalan Praktek dan Kemanfaatannya. Jogyakarta: Diva Press.
· Purwanti, Hubertin Sri.2004.Konsep Penerapan Asi Eksklusif Buku Saku Untuk Bidan.Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC.
· Raharjo, Bambang Budi.2015. Momentum Emas Pembentukan SDM Berkualitas: Kajian Sosial Budaya Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif di Masyarakat Kendal Jawa Tengah. Jurnal Kesehatan Masyarakat : 30-38. http://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/7053/12/D_902007006_Judul.pdf
· Sharlin, Judith dan Sari Edelstein.2011.Gizi dalam Daur Kehidupan. 2014.Jakarta.EGC
· WHO.2013. https://www.voaindonesia.com/a/who-asi-sumber-gizi-terbaik-bagi-bayi/1719525.html, diakses pada 8 September 2018
· Wulandari., F.I. Iriana., N.R. 2013. Karakteristik Ibu Menyusui yang Tidak MemberikanAsi Eksklusif. Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan, 3:26. https://www.apikescm.ac.id/ejurnalinfokes/index.php/infokes/article/view/118/115
· Yuliarti, Nuherti.2010. Keajaiban ASI - Makanan Terbaik Untuk Kesehatan, Kecerdasan dan Kelincahan si Kecil.Yogyakarta:Penerbit Andi.
Komentar
Posting Komentar